Suara Anak Petani
Suara Anak Petani
Karya: Hieronimus Robi
Merdeka…
Saya selama ini telah keliru dalam memahami makna dari kemerdekaan itu yang sesungguhNya. Namun sebelumnya saya selalu bangga dengan keadaan alam kita hari ini yang begitu indah, dengan pesona alamnya yang begitu indah dan selalu tersenyum dari Sabang sampai Marauke. Pesona ini selalu membuat iri dengan wisatawan asing dan dengan senyuman khas Bhineka Tunggal Ika yang selalu menyambut tamu-tamu dari berbagai Negara di dunia yang terus kekayaan bumi pertiwi Indonesia. Iya, Negara kita adalah negara yang kaya raya…Saking kayaNya bumi kita sehingga sangat banyak perusahaan-perusahaan asing yang berdiri untuk mengelolah kekayaan alam kita dan memperkerjakan kita sebagai BUDAK di Negeri sendiri. PANTASKAH KITA MERDEKA??? Kita harus keluar dari penjara kapitalis dan jangan terus terlena dengan keadaan seperti ini.
Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah menarik garis batas dengan apa yang disebut dengan penghisapan dan penindasan yang dilakukan di tanah kita sendiri. Wahai rakayat Indonesia yang sangat aku cintai “Kemerdekaan adalah mengambil Kembali apa yang menjadi HAK kita, Kemerdekaan adalah keringat dan darah dibalas dengan Kebebasan”
Lalu apakah hari ini kita sudah sesungguhnya MERDEKA???
Masih pantaskah kita BERTERIAK MERDEKA sementara tanah kita masih dirampas dan dikelolah oleh tangan-tangan KAPITALIS dan ORANG ASING??? Bumi kita di keruk, EMAS kita dijual tanpa pernah kita nikmati. Kita (Petani) masih menjadi budak di Negeri sendiri. Iya masih menjadi budak untuk segelintir orang yang punya uang dan kekuasaan. Lihatlah berapa keringat dan darah yang dikeluarkan untuk memperkaya mereka…
Padi (beras) yang kita makan dan kelapa (sawit/minyak goreng) yang kita nikmati adalah hasil dari susah payah dan keringat dari petani, Tetapi Mereka saat ini masih tinggal dan hidup sederhana di dalam gubuk alang-alang. Sedangkan yang menikmati nasiNya bernaung didalam istana tanpa memikirkan nasib mereka dan bahkan secara licik masih masih dan terus mencuri uang mereka.

Sumber: Picture leutuan
Baca Juga: Upaya Petani di Saat kopra Murah
Para Nelayan yang selalu memberi kita hasil tangkapan terbaik yang kaya protein, tetapi lihatlah anak mereka ada yang mati kelaparan dan kekurangan gizi…Akankah ada yang PEDULI dengan mereka???
Semua yang kita gunakan adalah hasil karya dan kerja keras oleh para Buruh, tetapi lihatlah berapa banyak anak buruh yang putus sekolah hanya karena gajinya tidak mampu membayar biaya Pendidikan.
MASIH KURANGKAH EMAS YANG KITA JUAL???
MASIH SEDIKITKAH HUTAN YANG KITA JARAH???
ATAU BUTUH BERAPA TUMBAL LAGI UNTUK MENSEJAHTERAKAN RAKYAT???
KEMANAKAH LARINYA SEMUA ITU???
SIAPA YANG MENIKMATI???
HaaHaaa Lalu masih Pantaskah sekarang kita berteriak MERDEKA???
Berlomba-lomba mengisi acara hiburan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia, TETAPI LUPA DENGAN BANYAK MASYARAKAT YANG HARUS DIMERDEKAKAN.
Singkat Kata ”Negara kita hanya setengahNya yang merdeka dan setengahNya masih di Jajah”
Sehat terus dan Panjang umur perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yang sejati.
Selamat Ulang Tahun NKRI KE-75
Selamat Ulang Tahun NKRI KE-75
Salam KONSOLIDASI…
Komentar
Posting Komentar